Home / Konsultan Business Strategy / JASA KONSULTAN IPO – PENAWARAN SAHAM PERDANA I telp 0813 801 63185

JASA KONSULTAN IPO – PENAWARAN SAHAM PERDANA I telp 0813 801 63185

Initial Public Offering (IPO)

JASA KONSULTAN IPO I ISO I HSE
JASA KONSULTAN IPO I ISO I HSE

Jasa konsultan Ipo – penawaran saham perdana

Initial Public Offering (IPO) berasal dari bahasa inggris yang berarti “Penawaran Saham Perdana”. Istilah IPO menunjuk pada proses awal penjualan saham sebuah perusahaan yang hendak go publik kepada masyarakat. Istilah IPO merupakan titik balik perusahaan dari status privat menjadi perusahaan terbuka. Pada saat inilah, untuk pertama kalinya masyarakat berkesempatan ikut memiliki saham sebuah perusahaan publik . Jadi dapat dikatakan IPO merupakan kegiatan penawaran saham atau Efek lainnya yang dilakukan oleh Emiten (perusahaan yang akan go publik) untuk menjual saham atau efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh UU Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya. Penawaran Umum mencakup kegiatan-kegiatan berikut :

  1. Periode Pasar Perdana yaitu ketika Efek ditawarkan kepada pemodal oleh Penjamin Emisi melalui para Agen Penjual yang dihunjuk;
  2. Penjatahan Saham yaitu pengalokasian Efek pesanan para pemodal sesuai dengan jumlah Efek yang tersedia;
  3. Pencatatan Efek di bursa, yaitu saat Efek tersebut mulai diperdagangkan di bursa.

UU Pasar Modal

Juga mendefinisikan penawaran umum sebagai kegiatan penawaran efek yang dilakukan oleh emiten untuk menjual efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam undang-undang dan peraturan pelaksanaannya.  Adapun yang dimaksud sebagai efek adalah surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek dan setiap derivatif dari efek. Sementara itu, perusahaan publik didefinisikan sebagai perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 (tiga ratus) pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp.3.000.000.000 (tiga milyar rupiah) atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan oleh pemerintah. Persyaratan utama untuk melakukan go publik adalah mendapatkan pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) .

Jasa penyusunan dokumen ipo

Pada saat IPO perusahaan harus menggunakan jasa perusahaan pialang yang disebut underwritter atau penjamin emisi. Jadi, masyarakat yang ingin membeli saham perushaan tersebut harus berurusan dengan penjamin emisi ini. Harga saham yang dijual di pasar perdana ditentukan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan emiten dan penjamin emisi (underwriter), sedangkan harga  di pasar sekunder ditentukan oleh mekanisme pasar (permintaan dan penawaran).

Apabila penentuan harga saham saat IPO secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan harga yang terjadi di pasar sekunder di hari pertama, maka terjadi underpricing. Sebaliknya apabila penentuan harga saham saat IPO secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang terjadi di pasar sekunder di hari pertama, maka terjadi overpricing. Underpricing dan overpricing merupakan dua hal atau perilaku saham yang selalu terjadi pada penawaran perdana. Namun sejalan dari penelitian terdahulu dan banyak dari literatur yang menyatakan bahwa rata-rata harga saham pada saat masuk pasar sekunder dihari pertama selalu cenderung terjadi underpricing, maka dalam penelitian ini hanya memfokuskan pada fenomena underpricing saja.

Tujuan IPO

Tujuan diadakannya IPO bisa kita lihat dalam 2 aspek, yaitu :

  1. Aspek Finansial :
    1. Merupakan sumber pendanaan Jangka Panjang.
    2. Mengurangi Cost Of Fund
    3. Untuk refinancing atau restrukturasi permodalan, yaitu meningkatkan permodalan memperbaiki struktur keuangan perusahaan (Debt Equity Ratio)
  2. Aspek Non Finansial :
    1. Lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat
    2. Meningkatkan profesionalisme
    3. Pemasaran perusahaan melalui ekspansi bisnis atau perluasan usaha Investasi baru dan Mengambil alih usaha lain
 Keuntungan dan Kelemahan IPO

Terdapat beberapa keuntungan menjadi perusahaan public ataupun mengajukan IPO , yaitu :

  1. Kemudahan dalam meningkatkan modal di masa yang akan datang,
  2. Meningkatkan likuiditas bagi pemegang saham
  3. Nilai pasar perusahaan diketahui.
  4. Dapat melakukan penawaran efek di pasar sekunder.
  5. Meningkatkan prestise dan publisitas perusahaan.
  6. Kemampuan’ untuk mengadopsi karyawan kunci dengan menawarkan opsi (option)

Selain terdapat keuntungan, dalam menjadi perusahaan publik juga terdapat beberapa kerugian yang timbul, yaitu:

  1. Biaya laporan yang meningkat karena perusahaan memiliki kewajiban untuk menyerahkan laporan kuartalan dan tahunan kepada regulator (misalnya di Indonesia adalah BAPEPAM)
  2. Ketakutan untuk diambil alih.
  3. Adanya tambahan biaya untuk mendaftarkan efek pada penawaran umum.
  4. Hilangnya kontrol terhadap persoalan manajemen, karena terjadi dilusi kepemilikan saham.
  5. Keharusan untuk mengumumkan besarnya pendapatan perusahaan dan pembagian dividen.

 Pihak-Pihak yang terlibat dalam IPO

Menurut UU Pasar Modal untuk melakukan penawaran ke publik, maka perusahaan tersebut harus bekerjasama dengan pihak –pihak yang diatur menurut Undang- Undang tersebut. Di Indonesia belum ada peraturan yang mengatur seperti di Amerika Serikat mengenai perusahaan yang dapat melakukan penawaran sendiri. Adapun pihak yang berpartisipasi dalam rangka proses IPO dapat di kelompokkan menjadi lembaga penunjang pasar modal  dan profesi penunjang pasar modal. Partisipan atau pihak-pihak yang ikut mendukung IPO harus tersebut harus terdaftar di Bapepam. Partisipan tersebut harus melakukan pendaftaran untuk bisa menjadi terdaftar di Bapepam, dimana partisipan tersebut mendapat rekomendasi dan assosiasi partisipan tersebut. Contoh : seorang penasihat hukum yang ingin terdaftar di Bapepam harus mendapat rekomendasi dan assosiasi dari penasihat hukum yang diperlukan sehingga memiliki izin STTD dari bapepam. Lembaga Penunjang dan Profesi Penunjang IPO terbagi lagi menjadi beberapa pihak, antara lain:

Lembaga Penunjang IPO:

  1. Perusahaan Sekuritas
  2. Biro Administrasi Efek                                                                                                                                                              Profesi Penunjang IPO:                                                                                                                                           – Akuntan Publik                                                                                                                                                                           – Penasihat Hukum                                                                                                                                                                       – Penilai / APPRAISAL asset (kantor Jasa penilai Publik), misalnya KJPP KAMPIANUS ROMAN, KLIK: www.kjppkampianusdanrekan.com                                                                                                                                         – Notaris

 

Apabila perusahaan bapak/ibu membutuhkan jasa konsultan IPO – penawaran saham perdana, silahkan menghubungi kami di no:

PT. David Bangun Sejaktera

www.dpkonsultan.com

Email: info@dpkonsultan.com

Mobile : 0813801 63185 (wa) / 087884 302987

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JAWABLAH PERTANYAAN DI BAWAH INI DENGAN BENAR * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.