Home / HR Management / KONSULTAN PENILAIAN KINERJA

KONSULTAN PENILAIAN KINERJA

JASA PERFORMANCE APPRAISAL

Aspek-Aspek Standar Penilaian dan Kinerja.

1. Aspek-aspek yang dinilai kinerja mencakup :

kesetiaan, hasil kerja, kejujuran, kedisiplinan, kreativitas, kerjasama, kepemimpinan, kepribadian, prakarsa, kecakapan, tanggung jawab.

KONSULTAN PERFORMANCE APPRAISAL
KONSULTAN PERFORMANCE APPRAISAL

2. Aspek-aspek dalam kinerja mencakup : mutu pekerjaan, kejujuran karyawan, inisiatif, kehadiran, sikap, kerjasama, keandalan, pengetahuan tentang pekerjaan, tanggung jawab, pemenfaatan waktu kerja.

3. Aspek-aspek standar pekerjaan terdiri dari :

A. Aspek kuantitatif

• Proses kerja dan kondisi pekerjaan
– Waktu kerja yang digunakan atau lamanya melaksanakan pekerjaan
– Jumlah kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan
– Jumlah dan jenis pemberian pelayanan dalam bekerja

B. Aspek Kwalitas

– Ketepatan kerja dan kualitas pekerjaan
– Tingkat kemampuan dalam bekerja
– Kemampuan menganalisi informasi, kemampuan/kagagalan menggunakan mesin/peralatan.

– Kemampuan mengevaluasi (keluhan/keberatan konsumen)

Kinerja

1. Job Performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Kinerja adalah hasil kerja seseorang yang dicapai sesuai dengan beban dan tanggungjawabnya.

2. indikator kinerja yaitu :

a. Kualitas kerja adalah seberapa baik seorang karyawan mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan.

b. Kuantitas kerja adalah seberapa lama seorang pegawai bekerja dalam satu harinya. Kuantitas kerja ini dapat dilihat dari kecepatan kerja setiap pegawai itu masing-masing.
c. Kehandalan kerja adalah seberapa jauh karyawan mampu melakukan pekerjaannya dengan akurat atau tidak ada kesalahan.
d. Sikap kerja adalah kemampuan individu untuk dapat melaksanakan pekerjaan yang sedang dilakukannya. Adapun aspek-aspek psikologi yang termasuk didalamnya adalah :

• Sistematika kerja, merupakan kemampuan individu untuk melakukan kegiatan atau menyelesaikan pekerjaannya secara sistematis.
• Daya tahan kerja, adalah kemampuan individu untuk tetap mempertahankan produktivitasnya tanpa kehilangan motivasi untuk melakukan kegiatan kerja tersebut.
• Ketelitian kerja, adalah kemampuan individu untuk melakukan sesuatu dengan cara cepat, cermat serta teliti.
• Kecepatan kerja, yaitu kemampuan individu untuk mengerjakan suatu pekerjaan dengan batas waktu tertentu.
• Performace kerja, adalah konsistensi dari pola atau irama dalam bekerja.

3. Faktor yang mempengaruhi pencapaian kinerja adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivation).

a. Human Performance = Ability + Motivation = Knowledge + Skill = Attitude + Situation
b. Motivation = Attitude + Situation
c. Ability = Knowledge + Skill
4. Penilaian Kinerja

1. Penilaian kinerja
mengacu pada suatu sistem formal dan terstruktur yang digunakan untuk mengukur, menilai dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku dan hasil, termasuk tingkat ketidakhadiran (hasil kerja karyawan dalam lingkup tanggungjawabnya).

2. Penilaian prestasi kerja terdapat berbagai faktor, yaitu :
a. Yang dinilai adalah manusia yang disamping memiliki kemampuan tertentu juga tidak luput dari berbagai kelemahan dan kekurangan.

b. Penilaian yang dilakukan pada serangkaian tolak ukur tertentu yang realistik, berkaitan langsung dengan tugas seseorang serta kriteria yang ditetapkan dan diterapkan secara objektif.
c. Hasil penilaian harus disampaikan kepada pegawai yang dinilai.
d. Hasil penilaian yang dilakukan secara berkala itu seharusnya terdokumentasikan dengan rapi dalam arsip kepegawaian setiap orang sehingga tidak informasi yang hilang, baik yang sifatnya menguntungkan maupun merugikan pegawai.
e. Hasil penilaian prestasi kinerja setiap orang menjadi bahan pertimbangan dalam setiap keputusan yang diambil mengenai mutasi karyawan, baik dalam arti promosi, alih tugas, alih wilayah, demosi maupun dalam pemberhentian tidak atas permintaan sendiri.

5. Kegunaan Penilaian Kinerja
a. Mengetahui pengembangan, yang meliputi; identifikasi kebutuhan pelatihan, umpan balik kinerja, menentukan transfer dan penugasan dan identifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan.
b. Pengambilan keputusan administratif, yang meliputi; keputusan untuk menentukan gaji, promosi, mempertahankan atau memberhentikan karyawan, pengakuan kinerja karyawan, PHK dan mengidentifikasi yang buruk.
c. Keperluan perusahaan, yang meliputi; perencanaan SDM, menentukan kebutuhan pelatihan, evaluasi pencapaian tujuan perusahaan, informasi untuk identifikasi tujuan, evaluasi terhadap sistem SDM dan penguatan terhadap kebutuhan pengembangan perusahaan.
d. Sebagai alat untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan sehingga dicapai tujuan mendapatkan performance kerja yang baik.
e. Sebagai alat untuk mendorong atau membiasakan para atasan (Supervisor, Manajer, Administrator) untuk mengobservasi perilaku bawahan supaya diketahui minat dan kebutuhan-kebutuhan bawahannya.
f. Sebagai alat untuk bisa melihat kekurangan atau kelemahan-kelemaha di masa lampau dan meningkatkan kemampuan karyawan selanjutnya.
g. Dokumentasi, yang meliputi; kriteria untuk validasi penelitian, dokumentasi keputusan-keputusan tentang SDM dan membantu untuk memenuhi persyaratan hukum.

Apakah anda membutuhkan tenaga ahli jasa penilaian kinerja, konsultan kpi atau jasa performance appraisal, penilaian kinerja karyawan, penilaian potensi karyawan? silahkan menghubungi kami di :

Telp   : 021 92795135

Mobile :  081212814843 I 087884302987