Home / Konsultan ISO / SERTIFIKASI ISO PERUSAHAAN KONTRAKTOR

SERTIFIKASI ISO PERUSAHAAN KONTRAKTOR

Integrasi Sistem Manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001, dan OHSAS 18001-QHSE

BIQS dengan ANAS-BNR ACCREDITATION
BIQS dengan ANAS-BNR ACCREDITATION

SERTIFIKASI ISO PERUSAHAAN KONTRAKTOR

Akhir-akhir ini Indonesia sering dilanda bencana alam baik berupa gempa, banjir, sampai tanah lonsor. Bencana ini pada umumnya merusak sarana dan pra-sarana umum maupun pribadi. Setelah bencana lewat, tentu keperluan akan pembangunan ulang menjadi kebutuhan yang mendesak terlebih untuk fasilitas umum yang sangat diperlukan masyarakat.
Dengan maraknya keperluan untuk pembangunan ini, tentu saja menambah jumlah dan volume tender pembangunan sarana dan pra-sarana baik dari segi jumlah maupun nilai paket pekerjaannya. Tentu saja sebuah perusahaan konstruksi perlu mengikuti tender untuk dapat memenangkan suatu paket pekerjaan maka dari itu sertifikasi iso perusahaan kontraktor di butuhkan. setiap perusahaan harus telah tersertifikasi iso perusahaan kontaktor, baik itu baik itu sertifikasi iso 9001:2015, sertifikasi iso 14001:2014 atau ohsas 18001.

Dengan mendesaknya keperluan ini, bukan berarti pemerintah mengabaikan aspek mutu, lingkungan, maupun keselamatan dan kesehatan kerja. Justru sebaliknya dalam mengikuti tender tersebut kadangkala dipersyaratkan penyedia jasa konstruksi telah mempunyai sertifikat ISO 9001:2015 contohnya. Menyangkut masalah tender untuk jasa kontruksi, bagi beberapa kelas dipersyaratkan penyedia jasa konstruksi telah mempunyai sertikat ISO 9001:2015.

Dalam hal ini sertifikat ISO 9001:2015 atau SERTIFIKASI ISO KONTRAKTOR sudah menjadi nilai tambah untuk meningkatkan daya saing bisnis dari segi mutu, sehingga penting sekali bagi kelangsungan bisnis perusahaan.
Hal ini dapat dimengerti karena di era globalisasi ini, suatu usaha atau bisnis tidak hanya menyoroti masalah mutu, namun sudah bergeser ke masalah lingkungan, aspek kesehatan dan keselamatan kerja, serta tanggungjawab sosial. Tentu saja pelaku bisnis dituntut untuk memenuhinya karena hal tersebut sudah menjadi persyaratan bisnis atau usaha. Perusahaan konstruksi yang kurang menanggapi persyaratan tersebut lambat laun akan tertinggal di arena persaingan bisnis yang semakin ketat.

Proyek kontruksi pada umumnya banyak mengandung unsur bahaya bagi keselamatan dan kesehatan manusia. Kegiatan suatu proyek terlihat sangat kompleks dan sulit dilaksanakan, sehingga dibutuhkan stamina yang prima dari pekerja. Lokasi proyek tidak jarang merupakan lingkungan yang mengandung resiko cukup besar. Tim manajemen proyek harus bertanggung jawab selama proyek berlangsung bentuknya dengan membuat program-program yang menjamin agar tidak terjadi kecelakaan kerja, misalnya program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3).

Kegiatan suatu proyek konstruksi pada umumnya melibatkan kegiatan dan peralatan yang memerlukan aspek keselamatan dan kesehatan kerja, misalnya Scaffolding, mesin pengangkat, tangga, pekerjaan atap, galian, manual handling, hoist, tower crane dan alat angkat lainnya, peralatan dan mesin, jalur kendaraan, kebakaran, barang dan bahan berbahaya, suara, listrik, serta alat pelindung diri. Kegiatan dan penggunaan peralatan tersebut akan menimbulkan dampak bagi lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja.
Selain aspek kesehatan dan keselamatan kerja, suatu proses pelaksanaan suatu proyek kontruksi tentu saja akan menimbulkan dampak dan aspek lingkungan. Maka sebelum suatu proyek dilaksanakan dilakukan terlebih dahulu tinjauan lingkungan yang dapat berupa UKL/UPL atau Amdal. Persetujuan pembangunan suatu proyek akan tergantung dari hasil analisa dampak lingkungan ini.

BIQS dengan ACCREDITASI ANAS-BNR
BIQS dengan ACCREDITASI ANAS-BNR

Integrasi sistem manajemen iso-sertifikasi qhse

Tidak jarang pendirian suatu bangunan atau fasilitas tertentu menimbulkan aspek lingkungan yang dapat merugikan masyarakat sekitarnya, misalnya terjadinya banjir atau longsor sehingga menimbulkan pengaduan bahkan tuntutan. Adanya dampak dari suatu pembangunan proyek tentu saja tidak dapat dihindari, namun harus dilakukan upaya pengelolaan dampak dan aspek lingkungan tersebut.

Dalam proyek konstruksi beberapa kegiatan dan pemakaian bahan dapat berdampak terhadap lingkungan (sertifikasi iso 14001:2015), misalnya penggunaan aspal dan pembakarannya, pemakaian solar untuk peralatan berat, penggunaan alat angkut truk ke area proyek yang hilir mudik, penggunaan peralatan listrik, serta pembuangan bahan sisa atau limbah proyek. Hal-hal tersebut harus dikendalikan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap lingkungan juga mematuhi peraturan dan perundangan yang berlaku.

Perusahaan konstruksi harus lebih responsif dalam menanggapi perubahan persyaratan usaha ini. Penerapan sistem manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001 dan OHSAS 18001 merupakan suatu jawabannya (sertifikasi QHSE). Penerapan sistem manajemen tersebut tentu saja akan menimbulkan “Tambahan pekerjaan” untuk setiap fungsi organisasi. Hal ini tidak dapat dipungkiri, namun dalam pelaksanaan hal ini dapat lebih efektif dan efisien jika diintegrasikan.

QHSE atau Integrasi sistem manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001 dan OHSAS 18001 dapat dilakukan oleh perusahaan konstruksi sebagai salah satu upaya nyata untuk lebih meningkatkan daya saingnya sekaligus meningkatkan kinerja internal perusahaan.
Penerapan Integrasi sistem manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001 dan OHSAS 18001 yang dilakukan hanya secara prosedural dapat menimbulkan masalah-masalah dan konflik diantara fungsi-fungsi perusahaan. Menyikapi hal ini, penerapan Integrasi sistem manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001 dan OHSAS 18001 dapat dilakukan dengan konsep pendekatan proses (Process Approach) dan fungsi-fungsi dalam perusahaan. maka dari itu sertifikasi iso perusahaan kontraktor ini atau  integrasi sistem manajemen iso ini lekat kaitannya dengan sertifikasi iso kontraktor (wajib di miliki), iso 9001:2015, iso 14001:2015, ohsas 18001 atau  sertifikasi qhse akan sangat banyak membantu perusahaan anda kelak.

Hal yang sangat penting lainnya adalah penerapan langkah PDCA (Plan-Do-Check-Action) pada setiap proses. Langkah PDCA inilah yang menggerakan kinerja perusahaan, sehingga selalu ada kemajuan dan perkembangan yang dicapai. Dalam hal ini penerapan Integrasi sistem manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001 dan OHSAS 18001 bersifat dinamis.

Konsep ISO 9001:2015 adalah adanya perbaikan berkesinambungan (Continual Improvement) yang berarti mempunyai dua penilaian yaitu Unjuk Kerja (Performance) dan Prosedural. Konsep inilah yang dipakai sebagai konsep dasar dalam penerapan Integrasi Sistem Manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001 dan OHSAS 18001.
Penilaian Unjuk Kerja (Performance) merupakan bagian yang sangat penting untuk kelangsungan perusahaan. Hal ini dimulai dengan menetapkan Sasaran Mutu Perusahaan (Company Quality Objective), misalnya meningkatkan keuntungan perusahaan sebesar 20% dalam jangka waktu 1 tahun. Kemudian masing-masing departemen atau fungsi di perusahaan menetapkan juga Sasaran Departemennya masing-masing untuk mendukung tercapainya Sasaran Perusahaan (Company Objective) tersebut. Sedangkan penilaian prosedural berupa penilaian kecukupan sistem dan dokumentasi terhadap persyaratan ISO 9001:2015, ISO 14001 dan OHSAS 18001 (QHSE).

Untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam penerapan Integrasi Sistem Manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001 dan OHSAS 18001 atau sertifikasi iso perusahaan kontraktor, maka harus dipahami prinsip-prinsip dasar dari ISO 9001 yang antara lain:
1. Fokus Pelanggan (Customer Focus),
2. Kepemimpinan (Leadership),
3. Keterlibatan Karyawan di semua lini (Involvement of People),
4. Pendekatan Proses (Process Approach),
5. Pendekatan Sistem Manajemen (System Approach to Management),
6. Perbaikan Berkesinambungan (Continual Improvement),
7. Pengumpulan data-data konkrit
8. Hubungan yang baik dengan pemasok

Berdasarkan penerapan prinsip-prinsip diatas , maka penerapan integrasi sistem manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001 dan OHSAS 18001-QHSE akan menjadi lebih praktis, efektif dan mudah dilakukan. Jadi, bila Perusahaan Konstruksi Anda ingin meningkatkan kinerja serta kredibilitasnya, silahkan untuk mencoba menerapkan Integrasi Sistem Manajemen (ISM) ini. Salam sukses!
(Berbagai sumber,ali P – april 2015)

Untuk Konsultasi dan sertifikasi ISO, Hubungi kami:
sertifikasi iso qhse
www.dpkonsultan.com
Gedung STC Senayan Lt 4 ruang 31-34
Jl. Asia afrika-Gelora senayan-Jakarta Pusat 10270
Telp: 0813801 63185 / 087884 302987

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JAWABLAH PERTANYAAN DI BAWAH INI DENGAN BENAR * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.