Home / Jasa Appraisal Asset / Jasa konsultan Highest & Best Use (HBU)

Jasa konsultan Highest & Best Use (HBU)

Jasa highest Best Use-HBU

hbu 3

Konsultan Highest  Best Use (HBU)

Tidak sedikit property dikembangkan memberikan hasil yang tidak memuaskan bagi pemiliknya, bahkan ada yang gagal sama sekali. Hal ini terjadi mungkin dikarenakan pengembangan dilaksanakan dengan opsi pemanfaatan bukan yang terbaik dan maksimal, dengan kata lain property tersebut tidak highest and best use.
Idealnya sebelum diambil keputusan tentang rencana pengembangan suatu lahan, terlebih dahulu dilaksanakan suatu kajian yang detail dan mendalam tentang alternatif-alternatif opsi pemanfaatan lahan tersebut dalam kerangka analisa penggunaan terbaik dan paling menguntungkan.

Kajian alternatif-alternatif opsi pemanfaatan lahan tersebut harus ditopang oleh analisa mendalam mengenai kondisi pasar sektor-sektor properti terkini maupun kajian mengenai rencana pengembangan itu sendiri. Tujuan pekerjaan Jasa Kajian Highest & Best Use (HBU) adalah untuk  pengambilan keputusan rencana investasi yang paling menguntungkan terhadap lahan obyek sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan tersebut. maka dari itu pekerjaan ini harus di lakukan oleh Jasa highest Best Use-HBU atau Konsultan Highest  Best Use (HBU) seperti DP Konsultan.

1. METODOLOGI DAN PENDEKATAN ANALISA

Metodologi kerja dalam penugasan ini secara garis besar meliputi pokok-pokok pekerjaan sebagai berikut :
1 Identifikasi Data Awal (Initial Data Identification)
Melakukan identifikasi awal terhadap data-data yang akan menjadi obyek analis berdasarkan data dan informasi yang diberikan atau yang di temukan konsultan hbu di lapangan.

2 Pelaksanaan Survei Lapangan (Property Assets Field Survey)
Pelaksanaan survei lapangan dilaksanakan dengan melakukan persiapan-persiapan teknis, antar lain; persiapan kertas kerja, check list dan persiapan alokasi tenaga ahli. Pelaksanaan survey lapangan dilaksanakan dengan melakukan pengumpulan data, yaitu :
• Pengumpulan data lokasi (makro), antara lain: karakteristik lokasi, perkembangan lokasi dan lain-lain.
• Pengumpulan data lokasi (mikro), antara lain: aksebilitas, kondisi lalulintas, lingkungan sekitar dan lain-lain.
• Pengumpulan data teknis tanah dan bangunan asset, meliputi: dimensi, bentuk, kondisi bangunan dan lain-lain.
• Analisis dan kajian alternative potensi pengembangan (develovment potential) lokasi berdasarkan analisis lokasi dan analisis SWOT.

3. Analisis Pasar Aset Properti (Property Asset Market Analysis)
Setiap asset  yang menjadi obyek studi akan dilakukan analisis pasar dalam wilayah studi secara mikro. Analisis pasar ini didasarkan terhadap analisis pasar makro (Commercial market research and analysis) yang telah dilakukan secara periodic, meliputi :
• Analisis makro ekonomi dan properti.
• Analisis pasar properti berdasarkan wilayah persaingan.
• Analisis marketabilitas pasar properti berdasarkan wilayah persaingan.
• Analisis kependudukan dan letak geografis.
• Analisis pasar properti di wilayah studi, meliputi :
– Analisis dan kajian kondisi pasar properti di wilayah studi.
– Analisis dan kajian potensi ketersediaan dan permintaan properti (supply and demand potential) di wilayah studi.
– Analisis peluang dan persaingan pasar properti.
– Analis dan kajian indikator pasar di wilayah studi, meliputi analisis tingkat hunian, harga jual, sewa dan lain-lain.
– Analisis trend dan prediksi pasar properti sepanjang tahun.
– Identifikasi awal alternatif pemanfaatan terbaik dan tertinggi aset.

4. Analisis Pemanfaatan Terbaik dan Tertinggi (The Highest and Best Use)
• Analisis tingkat pemanfaatan berdasarkan alternatif jenis peruntukan.
• Analis awal mengenai tingkat investasi yang optimal berdasarkan alternatif jenis peruntukan.
Analisis dan kajian kemungkinan terbaik dari alternatif potensi pengembangan lokasi berdasarkan analisis pasar yang lebih terlokalisir.                                                                           • Analisis dan kajian terhadap asumsi terhadap pengembangan dan biaya investasi PROYEK (develovment cost) untuk setiap properti.

5. Analisis Kelakan Investasi dan Keuangan Pembangunan Properti di Wilayah Studi.
• Analisis dan kajian terhadap rencana anggaran biaya (Master Cost Plan) serta biaya-biaya operasional.
• Analisis dan kajian terhadap asumsi penerimaan pendapatan proyek, Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR) Proyek.
Pemenuhan Sumber data (Highest and Best Use Study) ini dilakukan dengan dua kajian yaitu :
• Penelitian lapangan dilakukan dengan peninjauan langsung ke lapangan dan melakukan Tanya jawab dengan berbagai pihak untuk mendapatkan data primer.
• Pendekatan kedua adalah dengan melakukan survei  konsultan hbu akan mengumpulkan data sekunder pada berbagai kantor instansi yang berkaitan dengan studi tersebut serta informasi lain yang dianggap relevan yang dapat menunjang hasil studi HBU ini.

Hubungi kami Jasa konsultan Highest & Best Use (HBU) atau jasa hbu di bawah ini.

hbu-3
SILAHKAN MENGHUBUNGI KAMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JAWABLAH PERTANYAAN DI BAWAH INI DENGAN BENAR * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.