Logo DPKonsultanDPKonsultanISO | SMK3 | CSMS-HSE

CARA AMAN PENANGANAN ORANG PINGSAN

dpkonsultan 8 November 2014 3 menit baca
CARA AMAN PENANGANAN ORANG PINGSAN

Bagaimana menangani Orang Pingsan

berikut kami mencoba jelaskan CARA AMAN PENANGANAN ORANG PINGSAN yang sering di lakukan secepatnya dengan tetap tenang pada saat melakukannya dimanapun kejadian terjadi.

training hse I ISO
training hse I ISO

Penyebab pingsan

Gangguan yang  memicu terjadinya Pingsan:

  1. Metabolik: Hypoxia (kekurangan Oksigen), Anemia (kurang darah), Hiperventilasi (Kadar CO2 meningkat di dalam paru), Hypoglikemia (gula dara rendah), Tekanan darah rendah.
  2. Psychogenik: Kecemasan, Histeris
  3. Seizure (Kejang)

Tindakan: bagaimana cara aman penanganan orang pingsan? berikut beberapa diantaranya

1. Percikan air dan bau bawang tak manjur

Salah satu cara yang sering digunakan untuk membangunkan seseorang yang pingsan adalah memercikkan air pada wajah mereka dan memberi mereka bau-bauan seperti bawang putih atau bawang merah.

2. Topang tubuh mereka

Pingsan adalah tahap akhir dari seseorang yang kehilangan kesadaran. Sebelum orang tersebut benar-benar tak sadarkan diri, biasanya tubuhnya sudah goyah dan dia mulai kehilangan kesadaran sedikit demi sedikit. Saat itu, sebaiknya topang tubuh korban dan letakkan perlahan. Hal ini mencegah cedera yang lebih berat pada kepala atau tubuh korban jika dia benar-benar jatuh saat pingsan.

3. Survei area pingsan

Ketika Anda melihat seseorang yang sudah tergeletak pingsan, segera survei daerah di sekitarnya dengan cepat dan jangan membuang waktu. Bisa jadi mereka pingsan akibat gigitan beracun, gas beracun, panas yang berlebihan, atau ada hal-hal yang membahayakan seperti aliran listrik yang terbuka.

4. Cek respon korban

Sangat [penting untuk melihat apakah korban bisa merespon Anda atau benar-benar pingsan. Coba panggil namanya atau ajukan beberapa pertanyaan. Anda juga bisa menepuk pundaknya beberapa kali. Biasanya orang yang pingsan ada yang langsung sadar setelah beberapa saat. Tenangkan mereka jika mereka sudah mulai merespon. Jangan bangunkan mereka langsung. Biarkan mereka berbaring beberapa saat sebelum memeriksakan mereka ke dokter terdekat.

5. Telepon bantuan dan lakukan CPR

Jika korban tak segera sadar, cek napas dan detak jantungnya. Jika napasnya mulai hilang dan melemah segera telepon bantuan dan lakukan CPR. Namun hanya lakukan langkah ini jika Anda benar-benar telah mahir melakukannya. Jika tidak, segera panggil bantuan atau ambulans.

6. Jangan gerakkan korban

Jika Anda mengetahui adanya tulang patah atau cedera pada bagian leher dan kepala, jangan gerakkan korban. Jangan juga gerakkan bagian kepala korban karena hal ini bisa menyebabkan cedera yang lebih serius. Segera panggil bantuan. Namun jika kepalanya tak mengalami cedera, Anda bisa mengangkat kakinya agar darah mengalir ke jantung dan otak. Hal ini biasanya bisa membuat korban pingsan sadar, namun juga tak selalu berhasil.

7. Jangan bergerombol

Sangat penting untuk memberikan udara segar pada korban yang pingsan. Untuk itu jangan mengerubungi korban pingsan dan bergerombol di sekitarnya. Longgarkan pakaian korban yang terasa sesak. Jangan masukkan apapun pada mulut korban seperti air atau makanan karena ini bisa membuat mereka tersedak dan menghalangi jalan napas mereka.

8. Minuman manis

Ketika koran sudah sadar, berikan dia minuman yang manis, misalkan jus buah dan camilan yang asin. Biasanya pingsan disebabkan oleh rendahnya gula darah, kurang garam, dan dehidrasi. Tekanan darah rendah juga bisa menjadi salah satu penyebab pingsan.  Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan saat membantu orang yang pingsan. Pastikan untuk selalu bersama korban dan menenangkannya hingga pertolongan datang, atau hingga Anda membawanya ke dokter. Anda tak harus menjadi dokter untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Jika Anda mengetahui tips-tips pertolongan pertama, Anda juga bisa membantu orang lain saat diperlukan. bapak ibu membutuhkan training hse, cara mudah menangani orang pingsan, pingsan, training pertolongan pertama pada kecelakaan, inhouse training keselamatan kerja, training k3, training pertolongan pertama pada kecelakaan, training kesehatan kerja dan training iso lainnya , silahkan hubungi kami:

FAQ

1

Berapa lama ideal persiapan sebelum audit?

Umumnya 1-2 bulan, bergantung kesiapan dokumen dan implementasi proses internal.

2

Apakah pendampingan konsultan wajib?

Tidak wajib, namun membantu mempercepat kesiapan tim dan menurunkan risiko temuan mayor.

Komentar Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat.

Tinggalkan Komentar